TIMES MATARAM, YOGYAKARTA – style="text-align:justify">Di tengah lautan manusia yang memadati kawasan Malioboro pada malam Tahun Baru 2026, pemandangan tak biasa muncul. Seorang pria berkemeja putih dengan jaket hitam sederhana melaju perlahan di antara kemacetan menggunakan motor bebek. Tanpa pengawalan. Tanpa iring-iringan. Dialah Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.
Rabu (31/12/2025) malam, Hasto memilih turun langsung ke jantung kota. Bukan dengan kendaraan dinas, melainkan sepeda motor, menyusuri Malioboro, Titik Nol Kilometer, hingga sejumlah titik rawan keramaian. Langkah itu ia ambil untuk memastikan sendiri kondisi kota di malam paling padat sepanjang tahun.
“Kalau macet, justru lebih efektif naik motor. Bisa melihat dan merasakan langsung kondisi di lapangan,” ujar Hasto di sela pemantauan.
Lonjakan volume kendaraan di Yogyakarta pada libur Natal dan Tahun Baru tahun ini terbilang ekstrem. Berdasarkan laporan kepolisian, jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah DIY mencapai hampir dua juta unit dari berbagai arah.
“Yang masuk ke Jogja hampir dua juta lebih kendaraan dari Utara, Selatan, Timur, dan Barat,” ungkap Hasto, mengutip laporan Kapolda DIY.
Tak hanya kendaraan, jumlah wisatawan yang memadati Malioboro juga melonjak drastis. Kepolisian memprediksi peningkatan kunjungan mencapai 1.000 persen dibanding hari biasa.
Zero Pencopetan, Anak Hilang Ditangani Cepat
Meski berada di puncak kepadatan, Hasto memastikan situasi tetap terkendali. Selama masa libur Natal dan Tahun Baru, tidak ditemukan satu pun kasus pencopetan di kawasan Malioboro.
“Zero pencopet. Ini patut kita syukuri,” tegasnya.
Dari sisi kemanusiaan, Hasto menyoroti respons cepat petugas dalam menangani anak-anak yang terpisah dari orang tuanya. Tercatat ada delapan kejadian, dan seluruhnya berhasil ditangani kurang dari 15 menit.
“Ini penting. Pengunjung harus merasa aman dan terlindungi,” katanya.
Wisatawan Merasa Aman dan Nyaman
Rasa aman tersebut juga dirasakan wisatawan. Rina (27), wisatawan asal Bandung, mengaku terkesan dengan pengamanan Malioboro. “Padat banget, tapi nggak bikin was-was. Petugasnya banyak dan sigap. Bahkan ada petugas yang bantu nyari anak kecil yang terpisah,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Arief, wisatawan dari Surabaya. “Saya baru tahu wali kotanya turun langsung naik motor. Keren sih. Berasa banget kotanya dijaga,” katanya.
Tak hanya soal keamanan, kebersihan kota juga menjadi perhatian utama. Pemerintah Kota Yogyakarta menyiagakan petugas kebersihan di lima titik strategis, mulai dari Tugu, Malioboro, Titik Nol Kilometer, Kridosono, hingga parkiran Ngabean.
Petugas langsung melakukan pemilahan dan pengangkutan sampah, terutama di lokasi yang berpotensi menjadi titik pesta kembang api.
“Saya beri waktu sampai jam dua. Setelah itu, harus sudah beres,” tegas Hasto.
Malam itu, tanpa seremoni dan tanpa jarak, Wali Kota Hasto hadir sebagai bagian dari denyut kota. Sederhana, senyap, dan sepenuhnya berorientasi pada tugas menjaga Yogyakarta tetap aman, nyaman, dan manusiawi di malam pergantian tahun. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Tanpa Pengawalan, Wali Kota Yogyakarta Naik Motor Bebek Blusukan di Malioboro
| Pewarta | : A Riyadi |
| Editor | : Ronny Wicaksono |