https://mataram.times.co.id/
Berita

NTB Bidik Investasi Perikanan, Kanada Siap Masuk Hilirisasi Laut

Senin, 12 Januari 2026 - 19:00
NTB Bidik Investasi Perikanan, Kanada Siap Masuk Hilirisasi Laut Seorang nelayan sedang mencari ikan menggunakan perahu tradisional pada perairan Sekotong yang terletak di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Rabu (23/7/2025). (Foto: Dok ANTARA/Sugiharto Purnama)

TIMES MATARAM, JAKARTA – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengungkap peluang investasi perikanan yang bisa digarap agar sektor tambang tidak lagi mendominasi komposisi investasi secara keseluruhan di daerah tersebut. 

Kepala DPMPTSP NTB Irnadi Kusuma mengatakan mitra pemodal, seperti Pemerintah Kanada punya ketertarikan untuk menanamkan modal dalam bidang hilirisasi perikanan di wilayah NTB.

"Kami berharap kerja sama pemerintah Kanada dengan NTB terealisasi, terutama sektor hilirisasi perikanan dan investasi non tambang," ujar dia di Mataram, Senin (12/1/2026).

Irnadi mengatakan berbagai sektor lapangan usaha di luar tambang terkhusus perikanan punya potensi besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Ia menegaskan DPMPTSP NTB siap mengawal seluruh proses kerja sama dari mulai aspek perizinan, pendampingan, hingga fasilitasi kemitraan antara investor dengan pelaku usaha dan UMKM lokal.

"Ini sejalan dengan arah kebijakan Gubernur NTB bahwa investasi harus memberi nilai tambah bagi masyarakat, membuka lapangan kerja, serta memperkuat UMKM," kata Irnadi.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa investasi yang masuk ke sektor perikanan dapat berdampak langsung terhadap struktur ekonomi daerah yang selama ini masih bertumpu terhadap lapangan usaha pertambangan.

NTB sebagai provinsi maritim yang memiliki 403 pulau, imbuh Irnadi, punya kekuatan bidang perikanan mengingat daerah ini berada dalam cakupan dua Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) nasional, yakni WPP 573 dan WPP 713.

Di bagian selatan, NTB berhadapan langsung dengan Samudera Hindia yang masuk ke dalam zona WPP 573. Sedangkan, perairan bagian utara NTB masuk ke dalam zona WPP 713.

Pada 2024, Nusa Tenggara Barat memproduksi udang vaname sebanyak 198.639 ton, rumput laut sebanyak 704.810 ton, ikan tuna 6.141 ton, ikan cakalang 14.768 ton, dan ikan tongkol mencapai 24.331 ton.

NTB tidak hanya memiliki potensi dari sisi produksi melainkan juga infrastruktur pelabuhan strategis meliputi pelabuhan Teluk Awang, Labuhan Lombok, Tanjung Luar, Sape, Teluk Santong, dan Soroadu yang menjadi pintu masuk pengembangan ekonomi biru dan hilirisasi hasil laut.(*)

Pewarta : Antara
Editor : Hendarmono Al Sidarto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Mataram just now

Welcome to TIMES Mataram

TIMES Mataram is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.