Dirikan Gerai Sentra Vaksinasi Covid-19 BINDA NTT Fokus di Daerah 4 T
Badan Intelijn Negara NTT (BIN NTT) kembali menggelar vaksinasi Covid-19 dengan mendirikan beberapa gerai sentra vaksinasi berfokus pelayanan di daerah Terdepan, Terluar, ...
SUMBA – Badan Intelijn Negara NTT (BIN NTT) kembali menggelar vaksinasi Covid-19 dengan mendirikan beberapa gerai sentra vaksinasi berfokus pelayanan di daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal dan Terpencil (4 T).
“Salah satunya yaitu di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) yang dilaksanakan pada Selasa 26 Juni 2022 lalu di SD Bina Wero, Desa Dikira, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten SBD,” kata Alfin, Kepala Pos BIN Sumba Barat Daya, Kamis (28/7/2022).
Menurutnya, kegiatan kerjasama BINDA NTT dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumba Barat Daya. Pihaknya menggelar gerai vaksin di SD Bina Wero bahkan wilayah 4 T secara menyeluruh semua mendapatkan vaksinasi.
Alfin menyebut, dalam upaya mengintensifkan vaksinasi maka pelaksanaannya tidak hanya secara terpusat di satu lokasi. Namun juga dilaksanakan secara door to door dengan mendatangi rumah-rumah warga.
Dengan munculnya sub varian Omicron BA.4 dan BA.5, pihak BINDA NTT terus mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan ancaman Covid-19 dengan tetap menerapkan pola atau gaya hidup sehat dengan menjaga protokol kesehatan dalam beraktivitas dan melengkapi vaksinasi hingga dosis ketiga.

“Jadi dengan adana pelayanan vaksinasi ini diharapkan sebagai langkah untuk menjaga kekebalan komunal untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 terutama di walayah Provinsi NTT,” ujarnya.
Sementara Tenaga Kesehatan Puskesmas Elopada Dewi Novita menjelaskan, gerai vaksinasi Covid-19 yang didirikan BINDA NTT bekerjasama Puskesmas ini targetnya adalah untuk anak-anak yang belum mendapatkan pelayanan vaksinasi baik itu dosis primer 1 dan 2 maupun booster di salah satu wilayan tertinggal di Kabupaten Sumba Barat Daya.
“Sasaran vaksinasi selanjutnya di SDK Weelima, Desa Weelima dan SDM Dikira, Desa Dangga Manggu karena wilayah tersebut merpakan daerah tertinggal dan terpencil,” tutur Dewi Novita. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




