Resmi Dilantik, KNPI NTB Berkomitmen Jadi Mitra Kritis Pemerintah
Pengurus baru KNPI NTB menyatakan komitmennya untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Nusa Tenggara Barat. (FOTO: Humas KNPI NTB)

Resmi Dilantik, KNPI NTB Berkomitmen Jadi Mitra Kritis Pemerintah

DPD KNPI NTB periode 2025-2028 resmi dilantik dengan mengusung misi Rejuvenasi Pemuda NTB. Ketua KNPI NTB Daud Azhari tekankan kolaborasi dan mitra kritis pemerintah.

TIMES Mataram,Minggu 8 Februari 2026, 16:08 WIB
1.2K
A
Anugrah Dany Septono

MATARAMDi tengah dinamika pembangunan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang kian menuntut kualitas sumber daya manusia, pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia atau KNPI NTB periode 2025–2028 hadir sebagai penanda babak baru.

Bukan sekadar pergantian kepengurusan, momentum ini mengusung semangat "Rejuvenasi Penuda NTB". Sebuah ikhtiar menata ulang arah gerak pemuda, dari gagasan hingga orientasi kontribusi bagi daerah.

Ketua DPD KNPI NTB, Daud Azhari, memaknai rejuvenasi sebagai pembaruan menyeluruh yang melampaui struktur organisasi. Ia menekankan pentingnya pembenahan fokus pemuda pada tujuan-tujuan besar pembangunan manusia.

“Pemuda NTB harus mulai berbenah, ditata ulang, dan memfokuskan diri pada tujuan-tujuan besar demi pengembangan sumber daya manusia pemuda Nusa Tenggara Barat,” ungkap Daud, dalam pernyataannya, Minggu (8/2/2026).

Dalam kerangka itu, penyegaran kepengurusan diproyeksikan menjadi pemicu lahirnya ide-ide produktif dan cara pandang baru.

Rejuvenasi, bagi KNPI NTB, adalah energi kolektif yang mendorong pemuda hadir sebagai pelaku perubahan di ruang sosial, ekonomi, dan kebijakan publik.

“Setidak-tidaknya dengan hadirnya kepengurusan ini, pemuda NTB mampu menyegarkan kembali ide-ide produktif di tengah-tengah pemuda Nusa Tenggara Barat,” katanya.

Solidaritas Internal dan Kolaborasi Lintas Latar

Di tingkat internal, Daud menekankan soliditas sebagai prasyarat kerja bersama. Perbedaan latar belakang bukan sekat, melainkan modal untuk memperkuat kolaborasi.

“Kita boleh tidak seibu sebapak, tetapi dalam kepengurusan ini kita mestinya layaknya seibu sebapak. Karena konteksnya adalah kolaborasi, bukan berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Relasi dengan pemerintah pun ditempatkan pada posisi yang seimbang dekat dalam kolaborasi, kritis dalam fungsi kontrol. 

KNPI NTB menyatakan komitmennya menjadi mitra yang konstruktif bagi Pemerintah Provinsi NTB.

“Kami tidak berniat untuk berdekatan dengan penguasa, tetapi juga tidak ingin berjauhan dengan penguasa. Rejuvenasi juga bermakna menjadi mitra kritis yang konstruktif bagi pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi NTB,” tegas Daud.

Dengan komitmen rejuvenasi, kepengurusan baru KNPI NTB diharapkan mampu mendorong lahirnya program-program inovatif berbasis pemberdayaan pemuda, penguatan kapasitas SDM, dan kolaborasi strategis dengan pemerintah serta masyarakat sipil sebuah langkah yang relevan dengan dinamika pembangunan NTB yang terus bergerak. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Anugrah Dany Septono
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Mataram, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.